Dari tanggal 4 hingga 6 Juli 2025, Bali menjadi pusat perhatian dunia musik dengan digelarnya International Music & Performing Arts Festival (IMPAF) 2025. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah perayaan yang mempertemukan ratusan musisi muda dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara. Selama tiga hari penuh, para peserta larut dalam suasana musik melalui rangkaian masterclass, sesi latihan, workshop, kompetisi, hingga konser gala yang meriah
Masterclass, Practice & Workshop
Tanggal 4 Juli
Hari pertama festival dimulai dengan sesi private masterclass yang berlangsung di dua tempat berbeda: DeBeat Sunset Road Music Store dan TOM'S MUSIC YAMAHA MUSIC SQUARE. Di sini, para peserta mendapat kesempatan emas belajar langsung dari para maestro internasional, seperti:
- Mr. Ming Jui Tsai (Piano, Taiwan)
- Mr. Alberto Firrincieli (Piano, Italy)
- Mr. Andrew Filmer (Violin, Malaysia)
- Ms. Debbie Klongtruadroke (Vocal, Italy)
Sementara itu, ruang-ruang latihan untuk peserta dengan alat musik piano, violin, dan vocal juga dibuka agar bisa latihan selama 30 menit didampingi guru atau orang tua mereka

Di tempat lain, suasana tak kalah seru hadir lewat workshop “Drum Circle Activity” yang dipandu oleh Mr. U-jin Lim dari Malaysia. Workshop ini mengajak peserta bermain ritme, berkreasi, dan merasakan energi musik secara bersama-sama
Hari Kompetisi di Hotel The Stones Legian
Tanggal 5-6 Juli
Pada 5–6 Juli, suasana The Stones Hotel, Legian, benar-benar dipenuhi denting piano, alunan biola, dan suara vokal yang menggetarkan hati. Lebih dari 200 pianis, 90 vokalis, dan 10 pemain biola tampil silih berganti dari pagi hingga malam, membawa warna musik yang beragam. Kompetisi ini dibagi berdasarkan kategori usia dan instrumen, dengan penilaian yang menekankan pada teknik, musikalitas, serta kemampuan mengekspresikan emosi. Setiap penampilan membawa kisah dan energi tersendiri, membuat atmosfer festival kian hidup dari waktu ke waktu.

Hasil Pemenang yang Langsung Dirayakan
Salah satu hal yang membuat suasana semakin meriah adalah sistem penghargaan yang diberikan langsung setelah penampilan terakhir di tiap kategori. Momen ini membuat antusiasme peserta dan penonton tetap tinggi sepanjang hari. Para pemenang pulang dengan piala, sertifikat, dan tentunya kebanggaan telah menunjukkan bakat mereka di panggung internasional.
Gala Concert: Penampilan dari yang Terbaik
Tanggal 6 Juli
Sebagai penutup, IMPAF Bali 2025 menghadirkan Gala Concert pada 6 Juli dalam dua sesi, pukul 15:30 dan 19:00. Selama kurang lebih dua jam, panggung dipenuhi penampilan para juara pertama yang terpilih, ditambah penampilan spesial dari para juri kehormatan. Konser ini benar-benar menjadi perayaan musikal yang tak terlupakan—sebuah persembahan dari yang terbaik di festival ini.

IMPAF Bali 2025 membuktikan bahwa festival ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga ruang untuk bertukar budaya, membangun persahabatan, dan merayakan musik sebagai media yang menyatukan. FIMO International dengan bangga mendukung perjalanan musisi muda Indonesia di ajang ini, sekaligus mempertegas komitmennya untuk terus mengangkat talenta muda ke panggung dunia.
